Perjalanan politik Joko Widodo yang lebih dikenal panggilan Jokowi ini cukup fenomenal. Berbagai profesi pernah dilakoninya, mulai dari kuli panggul, ojek payung hujan, pengusaha mebel hingga terjun ke dunia politik. Konsep “blusukan” dengan turun ke lapangan, mengantarkannya menjadi wali kota, gubernur, hingga menjadi presiden selama 2 periode.
Jokowi adalah anak pertama dari empat bersaudara. Jokowi dibesarkan dari keluarga sederhana bahkan dia mengalami beberapa kali pindah rumah karena tempat tinggalnya digusur.
Hasil dari pekerjaannya itu, ia gunakan untuk biaya sekolah. Jokowi juga tidak mau ikut-ikutan temannya ke sekolah dengan bersepeda. Dia memilih jalan kaki ketimbang minta dibelikan sepeda oleh orangtuanya.
Bahkan saat umur 12 tahun, ia ikut bekerja di perusahaan kayu sebagai penggergaji kayu. Dia bisa mengerjakan itu karena keahlian orangtuanya sebagai tukang kayu.
Pada tahun 1985, Jokowi lulus kuliah dalam usia 24 tahun. Tidak lama setelah menyandang gelar insinyur, Jokowi menikahi Iriana di Solo pada usia 25 tahun.
Untuk hidup mandiri, Jokowi mencari pekerjaan. Dia merantau ke Aceh. Di sana, dia bekerja di salah satu BUMN, PT Kertas Kraft Aceh. Di perusahaan ini, Jokowi ditempatkan di area hutan pinus Merkusii, Aceh Tengah.
Bekerja di tanah rencong tidak bertahan lama, hanya 2 tahun. Ia tidak betah dan memilih kembali ke Solo untuk mendampingi istrinya yang sedang mengandung tujuh bulan. Sambil menunggu istri, dia sempat bekerja di tempat pamannya, bergerak di bidang perkayuan.
Tak lama di tempat pamannya, Jokowi keluar karena ingin mandiri. Pada usia 27 tahun, Jokowi mendirikan usaha sendiri dengan nama CV Rakabu, nama ini diambil dari nama anak pertamanya, Gibran Rakabuming Raka.
Tiga tahun dia menjalani bisnis tidak berjalan mulus. Jatuh bangun mengiringinya. Dapat pinjaman modal Rp30 juta dari ibunya, Jokowi bangkit lagi. Ia pasarkan mebelnya melalui pameran-pameran.
Bisnisnya mulai bangkit, ia keliling Eropa, Amerika, dan Timur Tengah. Alhasil, Jokowi sukses menjadi pengusaha ekspor mebel.
Berbekal pengalamannya dalam mengelola bisnis mebel, Jokowi berani terjun ke dunia politik. Tidak tanggung-tanggung, Jokowi mencalonkan untuk memimpin kota kelahirannya. Pada usia 44 tahun, Jokowi menjadi Wali Kota Solo periode 2005-2010.
Untuk periode kedua 2010-2015, ia terpilih lagi. Baru dua tahun memimpin Kota Solo pada periode keduanya, Jokowi diminta PDI Perjuangan kembali untuk bertarung di pemilihan gubernur DKI Jakarta.
Selama memimpin Solo, ada banyak sekali prestasi yang sudah dilakukan kader PDIP ini. Karena melihat prestasi Jokowi yang bagus di kota Solo, pada tahun 2012 Jokowi dicalonkan menjadi gubernur Jakarta. Untuk menjadi gubernur Jakarta, Jokowi harus menghadapi perlawanan yang sengit dari lawan politiknya. Dengan kerja keras yang dilakukan, akhirnya Jokowi bisa menang dalam pilkada Jakarta.
Hari yang begitu bersejarah untuk bangsa Indonesia dimana banyaknya masyarakat yang ikut merayakan pengangkatan Presiden ketuujuh ini.
Sayang selama, pada periode pertama, Jokowi tidak bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia sesuai target dan janjinya saat kampanye 2014. Target yang tertulis di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, pertumbuhan ekonomi terus meningkat. Dimulai tahun 2015, pertumbuhan ekonomi ditargetkan menjadi 5,7 persen. Puncak pertumbuhan ekonomi pada 2019 sebesar 8 persen.
- Nama Lengkap : Ir. H. Joko Widodo (Jokowi)
- Nama Panggilan : Jokowi
- Tempat Tanggal Lahir: Surakarta, 21 Juni 1961
- Orang Tua : Noto Mihardjo (Ayah), Sujiatmi Notomihardjo (Ibu)
- Agama : Islam
- Saudara : Ida Yati, Titik Relawati, Iit Sriyantini
- Istri: Iriana Joko Widodo
- Anak : Gibran Rakabuming Raka, Kaesang Pangarep, Kahiyang Ayu
- SMP Negeri 1 Surakarta
- SMA Negeri 6 Surakarta
- Universitas Gajah Mada (UGM) Fakultas Kehutanan
- Pegawai PT Kertas Kraft Aceh, 1986
- Pengusaha Mebel, 1988
- Wali kota Solo, 2005-2010, 2010-2012
- Gubernur DKI Jakarta, 2012-2014
- Presiden Republik Indonesia, 2014-2019
- Bintang Jasa Utama – Presiden Republik Indonesia
- Piala Citra Bhakti Abdi Negara (2008-2009-2010) – Presiden Republik Indonesia
- Agent of change Kemandirian – Dompet Dhuafa
- Democracy Award: Manusia Bintang – RMOL
- Decade Award: Rising Leader – Men’s Obsession
- E-government – Kemkominfo
- Adiupaya Puritama – Kemenpera
- Best City Award – Delgosea
- Pengendali inflasi – Bank Indonesia
- Tata ruang kedua terbaik se-Indonesia – Kementrian PU
- Top 50 Leaders dari Fortune
- Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan – Kemennaker
- Bung Hatta Anti Corruption Award – Meutia Hatta
- Anti Gratifikasi – KPK
- Program Perlindungan Anak – UNICEF Tahun 2006
- Walikota No.3 Terbaik Dunia – The City Mayors Foundation
- Social Media Award – Majalah Marketing & Frontier Consulting Group
- 10 Tokoh Pilihan Tahun 2008 – Tempo
- Tokoh Pluralis Tahun 2013 – dari Lembaga Pemilih Indonesia
- Tokoh Seputar Indonesia Tahun 2013 – Anugerah Seputar Indonesia
- Good Governance Award (20 September 2012) – Soegeng Soerjadi
- Pencapaian target MDGs Untuk program KJP dan KJS – Bappenas
- Pangripta Nusantara Utama – Bappenas
- Nominasi World Mayor Tahun 2012
*****







